/* ==========================================================================
   wz-ui — primitif bersama antar section: pill, tombol, dan ritme kepala.

   Dimuat PALING AKHIR di <head>. Aturan di sini sengaja berkekhususan sama
   dengan aturan per-section yang digantikannya, jadi yang menang adalah urutan
   muat — bukan perang !important.

   Berkas per-section (waba-section.css, fitur-section.css, hero-revamp.css,
   inbox-demo-b.css) sengaja TIDAK diubah: masing-masing masih dipakai untuk
   tata letak sectionnya. Yang dimatikan di sini hanya deklarasi yang bikin
   tombol dan pill-nya berbeda-beda.

   Sebelum berkas ini ada:
     pill    — 4 gaya (pill rose-tint, pill putih berbingkai, KOTAK ungu, pill
               accent solid), 3 ukuran huruf (13/14/15px)
     tombol  — 3 radius (9px / 50px / 999px), 2 font (Quicksand / Hind),
               3 perilaku hover (naik 1px / hanya gelap / naik 2px), dan
               .elementor-animation-bob hanya menempel di dua dari empat
   ========================================================================== */

:root {
  /* Merah jambu WatZap. --wz-brand dipakai untuk aksen dan garis fokus;
     tombol memakai --wz-btn-bg yang satu tingkat lebih gelap karena teks putih
     di atas #da336b hanya mencapai 4,50:1 — meleset tipis dari AA. #c42a5e
     mencapai 5,47:1 dengan rona yang sama. */
  --wz-brand: #da336b;
  --wz-btn-bg: #c42a5e;
  --wz-btn-bg-hover: #a8244f;

  /* Pill: latar lembut, bukan blok warna penuh. Label section tidak boleh
     berteriak lebih keras daripada tombol CTA di bawahnya. 6,17:1. */
  --wz-pill-bg: #fdeef4;
  --wz-pill-text: #a8244f;

  /* Nada tier paket. Teal lolos AA (5,28:1) dan tidak diubah. Biru lama
     #0082ff hanya 3,73:1 dengan teks putih — gagal AA — jadi diturunkan ke
     #0071e3 yang mencapai 4,71:1 dengan rona yang praktis sama. */
  --wz-btn-blue: #0071e3;
  --wz-btn-teal: #007b6a;

  /* Nada tier untuk kartu harga versi baru. Biru elektrik + teal + merah jambu
     adalah tiga rona keras yang tidak berhubungan — tiga kartu sederajat jadi
     terbaca seperti tiga merek, bukan tiga tingkat. Navy dan slate berkerabat
     (satu keluarga rona dengan --wz-surface-dark) dan berkepekatan rendah,
     jadi merah jambu merek di paket teratas tinggal satu-satunya yang
     bersuara. Keduanya lolos AA di kedua peran: teks di atas putih, dan
     putih di atasnya. */
  --wz-btn-navy: #24466e;   /* 9,65:1 */
  --wz-btn-slate: #5b6b7d;  /* 5,46:1 */

  --wz-ink: #171717;
  --wz-ink-soft: #5a5a5a;

  /* Permukaan gelap. Dua section berlatar navy, dan sampai sekarang sistem ini
     hanya punya warna untuk latar terang. --wz-surface-dark ada supaya varian
     .wz-on-dark bisa menjelaskan sendiri latar mana yang dimaksud. */
  --wz-surface-dark: #142942;
  --wz-ink-on-dark: #b6c6da;      /* 6,9:1 di atas --wz-surface-dark */
  --wz-ink-mute-on-dark: #94a8c0; /* 6,3:1 */
  /* Di latar gelap, warna apa pun kalah TERANG dari putih murni (14,73:1),
     jadi kata beraksen di sebelah teks putih selalu cenderung terbaca pudar.
     Yang bisa dinaikkan bukan terangnya, melainkan kepekatannya — turunkan
     komponen birunya. Jejaknya: #ff9bbd (B=189, pucat) → #ff5c8d (B=141,
     masih kalem) → #ff3d71 (B=113). Judul 38px/700 terhitung teks besar,
     ambangnya 3:1, jadi 4,32:1 masih lapang. */
  --wz-brand-on-dark: #ff3d71;    /* 4,32:1 */
  --wz-ui-font: "Quicksand", system-ui, -apple-system, sans-serif;
}

/* ---------- Pill ---------------------------------------------------------
   Satu bentuk untuk keempat section. Aturan reset ditulis eksplisit karena
   tiap section datang dengan bawaan yang berbeda: wz3 kotak dan ungu, wz2
   berbingkai putih, wz-ae accent solid.
   ------------------------------------------------------------------------ */

.wz-pill,
.wz-rv__eyebrow,
.wz2-eyebrow,
.wz3-eyebrow,
.wz-ae-eyebrow,
.wzb-pill {
  display: inline-flex;
  align-items: center;
  gap: 8px;
  padding: 7px 16px;
  border: 0;
  border-radius: 999px;
  background: var(--wz-pill-bg);
  color: var(--wz-pill-text);
  font-family: var(--wz-ui-font);
  font-size: 14px;
  font-weight: 700;
  line-height: 1.35;
  letter-spacing: 0;
  text-transform: none;
  white-space: nowrap;
}

/* wz2 menaruh teksnya di dalam <span> dengan font dan warnanya sendiri. */
.wz2-eyebrow span {
  font-family: inherit;
  font-size: inherit;
  font-weight: inherit;
  color: inherit;
}

/* Logo di dalam pill (WhatsApp di hero, Meta di wz2) disamakan tingginya;
   lebar dibiarkan auto supaya rasio logo Meta yang 290×191 tidak gepeng. */
.wz-pill img,
.wz-pill svg,
.wz-rv__eyebrow img,
.wz-rv__eyebrow svg,
.wz2-eyebrow img,
.wz2-eyebrow svg,
.wzb-pill img,
.wzb-pill svg {
  display: block;
  width: auto;
  height: 17px;
  flex-shrink: 0;
}

/* ---------- Tombol -------------------------------------------------------
   Satu bentuk, satu font, satu perilaku hover. min-height 50px menjaga sasaran
   sentuh tetap nyaman di layar sentuh.
   ------------------------------------------------------------------------ */

.wz-btn,
.wz-rv__btn,
.wz-rv__link,
.wz2-btn,
.wz3-btn,
.wzb-btn--primary {
  display: inline-flex;
  align-items: center;
  justify-content: center;
  gap: 9px;
  min-height: 50px;
  padding: 13px 26px;
  border: 0;
  border-radius: 999px;
  background: var(--wz-btn-bg);
  color: #fff;
  font-family: var(--wz-ui-font);
  font-size: 16px;
  font-weight: 700;
  line-height: 1.1;
  text-decoration: none;
  cursor: pointer;
  transition: background 0.18s ease, transform 0.18s ease, box-shadow 0.18s ease;
}

/* `.elementor a { box-shadow: none }` berkekhususan (0,1,1) — lebih tinggi
   daripada satu kelas. Kelas yang sama ditulis dua kali memberi (0,2,0)
   tanpa perlu !important. */
.wz-btn.wz-btn,
.wz-rv__btn.wz-rv__btn,
.wz2-btn.wz2-btn,
.wz3-btn.wz3-btn,
.wzb-btn--primary.wzb-btn--primary {
  box-shadow: 0 6px 16px rgba(196, 42, 94, 0.26);
}

.wz-btn:hover,
.wz-rv__btn:hover,
.wz2-btn:hover,
.wz3-btn:hover,
.wzb-btn--primary:hover,
.wz-btn:focus-visible,
.wz-rv__btn:focus-visible,
.wz2-btn:focus-visible,
.wz3-btn:focus-visible,
.wzb-btn--primary:focus-visible {
  background: var(--wz-btn-bg-hover);
  color: #fff;
  transform: translateY(-1px);
}

.wz-btn.wz-btn:hover,
.wz-rv__btn.wz-rv__btn:hover,
.wz2-btn.wz2-btn:hover,
.wz3-btn.wz3-btn:hover,
.wzb-btn--primary.wzb-btn--primary:hover {
  box-shadow: 0 10px 22px rgba(196, 42, 94, 0.32);
}

.wz-btn:active,
.wz-rv__btn:active,
.wz2-btn:active,
.wz3-btn:active,
.wzb-btn--primary:active { transform: translateY(0); }

/* Sebagian tombol memakai ikon FontAwesome (<i>), bukan <svg> inline.
   Keduanya harus mendarat pada ukuran optis yang sama. */
.wz-btn i,
.wz-rv__btn i,
.wz2-btn i,
.wz3-btn i,
.wzb-btn--primary i,
.wz-btn--ghost i,
.wz-btn--quiet i {
  font-size: 16px;
  line-height: 1;
  flex-shrink: 0;
}

.wz-btn svg,
.wz-rv__btn svg,
.wz-rv__link svg,
.wz2-btn svg,
.wz3-btn svg,
.wzb-btn--primary svg {
  width: 17px;
  height: 17px;
  flex-shrink: 0;
}

/* ---------- Tombol sekunder ---------------------------------------------- */

.wz-btn--ghost,
.wzb-btn--ghost,
.wz-rv__link {
  min-height: 50px;
  padding: 13px 24px;
  border: 1.5px solid rgba(23, 23, 23, 0.16);
  border-radius: 999px;
  background: #fff;
  color: var(--wz-ink);
  font-family: var(--wz-ui-font);
  font-size: 16px;
  font-weight: 700;
}

.wz-btn--ghost:hover,
.wzb-btn--ghost:hover,
.wz-rv__link:hover,
.wz-btn--ghost:focus-visible,
.wzb-btn--ghost:focus-visible,
.wz-rv__link:focus-visible {
  border-color: rgba(23, 23, 23, 0.34);
  background: #fff;
  color: var(--wz-ink);
}

.wz-btn--ghost.wz-btn--ghost,
.wzb-btn--ghost.wzb-btn--ghost,
.wz-rv__link.wz-rv__link,
.wz-btn--ghost.wz-btn--ghost:hover,
.wzb-btn--ghost.wzb-btn--ghost:hover,
.wz-rv__link.wz-rv__link:hover { box-shadow: none; }

/* Tautan tenang — dipakai saat aksi kedua tidak boleh menyaingi CTA utama.
   Geometrinya sengaja tidak dipaksakan: .wz2-link hidup di dalam alur teks,
   jadi min-height dan radius justru akan merusak barisnya. Yang disamakan
   tipografi dan warnanya. */
.wz-btn--quiet,
.wzb-btn--quiet,
.wz2-link {
  min-height: 0;
  padding: 10px 14px;
  /* Radius tidak terlihat (tanpa latar & bingkai) tapi garis fokus keyboard
     mengikutinya — tanpa ini bentuknya beda-beda antar section. */
  border-radius: 999px;
  border: 0;
  background: none;
  color: var(--wz-ink-soft);
  font-family: var(--wz-ui-font);
  font-size: 15px;
  font-weight: 700;
}

.wz-btn--quiet:hover,
.wzb-btn--quiet:hover,
.wz2-link:hover,
.wz-btn--quiet:focus-visible,
.wzb-btn--quiet:focus-visible,
.wz2-link:focus-visible {
  background: none;
  color: var(--wz-btn-bg);
  transform: none;
}

.wz-btn--quiet.wz-btn--quiet,
.wzb-btn--quiet.wzb-btn--quiet,
.wz2-link.wz2-link { box-shadow: none; }

.wz-btn--quiet svg,
.wzb-btn--quiet svg,
.wz2-link svg { width: 16px; height: 16px; }

/* ---------- Fokus keyboard ------------------------------------------------
   Sebelumnya hanya .wz3-btn yang punya. Sekarang semua tombol punya garis
   fokus yang sama.
   ------------------------------------------------------------------------ */

.wz-btn:focus-visible,
.wz-rv__btn:focus-visible,
.wz2-btn:focus-visible,
.wz3-btn:focus-visible,
.wzb-btn--primary:focus-visible,
.wz-btn--ghost:focus-visible,
.wzb-btn--ghost:focus-visible,
.wz-btn--quiet:focus-visible,
.wzb-btn--quiet:focus-visible,
.wz-rv__link:focus-visible,
.wz2-link:focus-visible {
  outline: 2px solid var(--wz-brand);
  outline-offset: 3px;
}

/* ---------- Ritme kepala section ------------------------------------------
   Jarak antara pill → judul → subjudul, supaya ketiganya terbaca sebagai satu
   blok yang sama di section mana pun. Ukuran huruf judul sengaja dibiarkan
   milik masing-masing section: hero memang harus lebih besar daripada section
   di tengah halaman.
   ------------------------------------------------------------------------ */

.wz-rv__eyebrow,
.wz2-eyebrow,
.wz3-eyebrow,
.wz-ae-eyebrow,
.wzb-pill { margin: 0 0 14px; }

/* ---------- Hormati preferensi gerak ------------------------------------- */

@media (prefers-reduced-motion: reduce) {
  .wz-btn,
  .wz-rv__btn,
  .wz2-btn,
  .wz3-btn,
  .wzb-btn--primary,
  .wz-btn--ghost,
  .wzb-btn--ghost { transition-duration: 0.01ms; }

  .wz-btn:hover,
  .wz-rv__btn:hover,
  .wz2-btn:hover,
  .wz3-btn:hover,
  .wzb-btn--primary:hover,
  .wz-btn--ghost:hover,
  .wzb-btn--ghost:hover { transform: none; }
}

/* ---------- Subjudul bersama ---------------------------------------------
   Dipakai section yang belum punya subjudul sendiri (mis. Integrasi).
   ------------------------------------------------------------------------ */

.wz-sub {
  margin: 10px 0 0;
  color: var(--wz-ink-soft);
  font-family: var(--wz-ui-font);
  font-size: 16px;
  font-weight: 500;
  line-height: 1.55;
}

/* ---------- Tombol Elementor ---------------------------------------------
   CTA utama halaman ini dibuat lewat widget Elementor, dan tiap widget membawa
   aturannya sendiri: radius 9px / 28px / 50px, huruf 14–18px, dan Hind.

   WARNA LATAR SENGAJA TIDAK DISERAGAMKAN. Tombol "Daftar Sekarang" di kartu
   harga berwarna teal, biru, dan merah jambu mengikuti paketnya — itu
   pengkodean tier, bukan kelalaian. Yang disamakan hanya bentuk, tipografi,
   dan perilaku hover-nya.

   Kekhususan (0,4,0) menyamai aturan per-widget Elementor
   (.elementor-5060 .elementor-element.elementor-element-xxx .elementor-button);
   berkas ini dimuat belakangan, jadi yang ini yang menang.
   Hanya elementor-size-lg yang disasar — size-sm dipakai tab pemilih periode
   harga, yang memang bukan tombol aksi.
   ------------------------------------------------------------------------ */

.elementor .elementor-element .elementor-button.elementor-size-lg {
  display: inline-flex;
  align-items: center;
  justify-content: center;
  gap: 9px;
  min-height: 50px;
  padding: 13px 26px;
  border-radius: 999px;
  font-family: var(--wz-ui-font);
  font-size: 16px;
  font-weight: 700;
  line-height: 1.1;
  transition: transform 0.18s ease, box-shadow 0.18s ease;
}

.elementor .elementor-element .elementor-button.elementor-size-lg {
  box-shadow: 0 6px 16px rgba(23, 23, 23, 0.14);
}

/* Penggelapan hover memakai lapisan inset, bukan warna baku, supaya satu
   aturan ini berlaku sama untuk tombol merah jambu, biru, maupun teal. */
.elementor .elementor-element .elementor-button.elementor-size-lg:hover,
.elementor .elementor-element .elementor-button.elementor-size-lg:focus-visible {
  transform: translateY(-1px);
  box-shadow: inset 0 0 0 999px rgba(0, 0, 0, 0.1),
    0 10px 22px rgba(23, 23, 23, 0.18);
}

.elementor .elementor-element .elementor-button.elementor-size-lg:active {
  transform: translateY(0);
}

.elementor .elementor-element .elementor-button.elementor-size-lg:focus-visible {
  outline: 2px solid var(--wz-brand);
  outline-offset: 3px;
}

@media (prefers-reduced-motion: reduce) {
  .elementor .elementor-element .elementor-button.elementor-size-lg {
    transition-duration: 0.01ms;
  }
  .elementor .elementor-element .elementor-button.elementor-size-lg:hover {
    transform: none;
  }
}

/* ---------- Dua kasus yang butuh kekhususan lebih tinggi ------------------ */

/* Eyebrow varian A dibungkus widget Elementor yang menaruh gradien ungu→merah
   jambu berikut radius 4px pada .elementor-widget-container-nya, jadi pill-nya
   tampil sebagai pill di dalam kotak. Bungkusnya dinetralkan; pill-nya sendiri
   yang jadi bentuknya. (0,3,0) menyamai aturan Elementor, menang lewat urutan. */
/* Kekhususan aturan Elementor di sini (0,4,0) — empat kelas, bukan tiga.
   `:has()` menyumbang kekhususan argumen terkuatnya, jadi satu kelas induk
   ditambah `.wz-pill` tiga kali menghasilkan (0,4,0) yang menyamainya. */
.elementor-widget-container:has(> .wz-pill.wz-pill.wz-pill) {
  padding: 0;
  background-color: transparent;
  background-image: none;
  border-radius: 0;
}

/* Warna dan tebal hurufnya juga disetel per-widget pada (0,4,0). Kelas yang
   sama empat kali menyamainya tanpa bergantung pada kelas leluhur mana pun. */
.wz-pill.wz-pill.wz-pill.wz-pill {
  color: var(--wz-pill-text);
  font-family: var(--wz-ui-font);
  font-weight: 700;
}

/* Bilah CTA melayang di pojok bawah. Geometrinya dikunci !important dari blok
   <style> di dalam index.html, dan posisinya fixed — jadi radius serta padding
   -nya sengaja dibiarkan (bentuknya memang sudah kapsul). Yang disamakan hanya
   tipografinya, dan itu hanya bisa lewat !important karena lawannya begitu. */
.up-conversion.up-conversion {
  font-family: var(--wz-ui-font) !important;
  font-size: 15px !important;
  font-weight: 700 !important;
}

/* Pill section Harga dibangun dari widget image-box Elementor (ikon + teks),
   bukan satu elemen teks seperti pill lainnya. Bagian dalamnya dinetralkan
   supaya isinya duduk sebagai satu pill. */
.wz-pill .elementor-image-box-img { margin: 0 !important; }

.wz-pill .elementor-image-box-content { text-align: inherit; }

.wz-pill .elementor-image-box-title {
  margin: 0;
  color: inherit;
  font-family: inherit;
  font-size: inherit;
  font-weight: inherit;
  line-height: inherit;
}

/* Klaim di pill Harga jauh lebih panjang daripada label pill lainnya, jadi di
   layar sempit dia boleh membungkus daripada memaksa keluar layar. */
@media (max-width: 520px) {
  .wz-pill {
    white-space: normal;
    text-align: center;
  }
}

/* ---------- Nada warna tombol (kode tier paket) --------------------------
   Sebelum blok ini, warna latar tombol Elementor datang dari aturan per-widget
   hasil generate. Hasilnya dua tombol keluar dari kode warna paketnya, dan
   keduanya kebetulan di tab periode yang sama ("Paket 1 Tahun"):

     lite-1-tahun     merah jambu #da336b, padahal paket PERSONAL berwarna teal
     business-1-tahun biru #0069ff, padahal tiga periode lain #0082ff

   Selain itu merah jambu tombol Elementor (#da336b) berbeda dari merah jambu
   sistem (#c42a5e) — dua rona untuk peran yang sama, dan yang pertama hanya
   mencapai 4,50:1.

   Dipakai dengan menempelkan satu kelas nada pada <a class="elementor-button">:
     .wz-tone-rose   aksi utama merek, dan paket PREMIUM
     .wz-tone-navy   paket PLUS
     .wz-tone-slate  paket PERSONAL
     .wz-tone-blue   paket PREMIUM di section harga Elementor lama
     .wz-tone-teal   paket PERSONAL di section harga Elementor lama

   Pemetaan tier di atas berlaku untuk section harga .wz-pk. Section harga
   Elementor lama masih memakai pemetaan sebelumnya (biru PREMIUM, merah jambu
   PLUS); kalau section lama akhirnya dihapus, tidak ada yang perlu diubah di
   sini — kelas nadanya sendiri tidak bergantung pada paket mana pun.

   Kelas yang sama ditulis empat kali menghasilkan kekhususan (0,4,0), menyamai
   aturan per-widget Elementor; berkas ini dimuat belakangan, jadi yang ini
   yang menang. Pola yang sama sudah dipakai .wz-pill di atas.

   Perilaku hover TIDAK diatur di sini: aturan .elementor-size-lg di atas sudah
   menggelapkan lewat lapisan inset, jadi satu perilaku itu berlaku untuk
   ketiga nada tanpa perlu tiga warna hover.
   ------------------------------------------------------------------------ */

.wz-tone-rose.wz-tone-rose.wz-tone-rose.wz-tone-rose { background-color: var(--wz-btn-bg); }
.wz-tone-blue.wz-tone-blue.wz-tone-blue.wz-tone-blue { background-color: var(--wz-btn-blue); }
.wz-tone-teal.wz-tone-teal.wz-tone-teal.wz-tone-teal { background-color: var(--wz-btn-teal); }
.wz-tone-navy.wz-tone-navy.wz-tone-navy.wz-tone-navy { background-color: var(--wz-btn-navy); }
.wz-tone-slate.wz-tone-slate.wz-tone-slate.wz-tone-slate { background-color: var(--wz-btn-slate); }

/* ---------- Tombol di atas latar gelap -----------------------------------
   .wz-btn primer sudah aman di latar navy (warnanya solid). Yang tidak aman
   tombol tenang: #5a5a5a di atas #142942 hanya 1,4:1, praktis tak terbaca.
   ------------------------------------------------------------------------ */

.wz-btn--quiet.wz-on-dark,
.wzb-btn--quiet.wz-on-dark {
  color: var(--wz-ink-on-dark);
}

.wz-btn--quiet.wz-on-dark:hover,
.wz-btn--quiet.wz-on-dark:focus-visible,
.wzb-btn--quiet.wz-on-dark:hover,
.wzb-btn--quiet.wz-on-dark:focus-visible {
  color: var(--wz-brand-on-dark);
}

.wz-btn--ghost.wz-on-dark {
  border-color: rgba(255, 255, 255, 0.28);
  background: transparent;
  color: #fff;
}

.wz-btn--ghost.wz-on-dark:hover,
.wz-btn--ghost.wz-on-dark:focus-visible {
  border-color: rgba(255, 255, 255, 0.55);
  background: rgba(255, 255, 255, 0.06);
  color: #fff;
}

.wz-on-dark:focus-visible { outline-color: var(--wz-brand-on-dark); }

/* ---------- Posisi ikon dan jarak ikon-teks ------------------------------
   Sebelum blok ini ada dua kebiasaan yang bertabrakan: tombol tulis tangan
   menaruh panah SESUDAH teks, sementara 12 tombol Elementor menaruh
   `fa-arrow-right` SEBELUM teks — panah menunjuk ke kanan tapi duduk di kiri.
   Jarak ikon-teksnya pun beda: 9px pada tombol tulis tangan, 25px pada
   pembungkus Elementor.

   Aturannya sekarang satu:
     ikon ARAH (panah)      mengikuti teks
     ikon DESKRIPTIF (play,
     grafik, WhatsApp)      mendahului teks

   Hanya panah yang dibalik; ikon deskriptif memang sudah di kiri.
   ------------------------------------------------------------------------ */

.elementor .elementor-element .elementor-button.elementor-size-lg .elementor-button-content-wrapper,
/* Bilah CTA melayang hidup DI LUAR .elementor .elementor-element, jadi tidak
   terjangkau selektor di atas dan tertinggal di jarak 5px. */
.up-conversion .elementor-button-content-wrapper {
  gap: 9px;
}

.elementor-button-icon:has(> .fa-arrow-right),
.elementor-button-icon:has(> .fa-arrow-circle-right),
.elementor-button-icon:has(> .fa-long-arrow-alt-right) {
  order: 2;
}

/* ---------- .wz-btn bernada ----------------------------------------------
   Nada tier tadinya hanya menempel di tombol Elementor. Kartu harga versi baru
   memakai .wz-btn tulis tangan, dan di situ dua hal ikut salah:

   1. .wz-btn.wz-btn menyetel bayangan MERAH JAMBU (rgba(196,42,94,...)).
      Di bawah tombol biru atau teal warnanya jadi salah.
   2. .wz-btn:hover berkekhususan (0,2,0), sementara aturan nada (0,4,0).
      Artinya latar hover tidak pernah menang — tombol bernada tidak punya
      umpan balik hover sama sekali.

   Keduanya diperbaiki dengan cara yang sama seperti tombol Elementor di atas:
   bayangan netral, dan penggelapan hover lewat lapisan inset supaya satu
   aturan berlaku untuk ketiga nada.

   `.wz-btn[class*="wz-tone-"]` bernilai (0,2,0); ditulis dua kali jadi (0,3,0),
   cukup untuk mengalahkan .wz-btn.wz-btn tanpa !important.
   ------------------------------------------------------------------------ */

.wz-btn[class*="wz-tone-"].wz-btn[class*="wz-tone-"] {
  box-shadow: 0 6px 16px rgba(23, 23, 23, 0.14);
}

.wz-btn[class*="wz-tone-"].wz-btn[class*="wz-tone-"]:hover,
.wz-btn[class*="wz-tone-"].wz-btn[class*="wz-tone-"]:focus-visible {
  box-shadow: inset 0 0 0 999px rgba(0, 0, 0, 0.1),
    0 10px 22px rgba(23, 23, 23, 0.18);
}
