/* ==========================================================================
   Section Demo (redesign) — section .wz-de.
   Menggantikan section Demo lama berbasis Elementor (dihapus).

   Susunan satu kolom, sama seperti versi lama: judul, pemutar, tombol.

   LATAR TERANG. Versi sebelumnya mewarisi navy #142942 + pola titik dari
   section lama. Dua alasan itu ditinggalkan:

   - Tetangganya terang di kedua sisi (putih di atas, #ECF3FC di bawah), jadi
     blok gelap ini satu-satunya lompatan di tengahnya.
   - Di latar gelap, warna apa pun kalah TERANG dari putih murni, jadi kata
     beraksen yang duduk di sebelah teks putih selalu cenderung terbaca pudar.
     Di latar terang persoalan itu hilang: aksennya bisa memakai rose merek
     yang sama persis dengan section lain (--wz-brand).

   Ganti latar ini juga membuang satu percabangan: tombol dan tautan di sini
   tidak lagi perlu varian .wz-on-dark.

   Skala radius (satu sistem, dipakai konsisten):
     wadah  16px  ·  tombol  10px (dari wz-ui.css)

   Ikon memakai FontAwesome yang sudah dimuat halaman ini (fas fa-play,
   fas fa-chart-line, fas fa-times) — bukan path SVG buatan sendiri.
   ========================================================================== */

.wz-de {
  --wz-de-r-box: 16px;
  --wz-de-line:  rgba(23, 23, 23, .09);

  --wz-de-display: "Hind", system-ui, sans-serif;
  --wz-de-body:    "Quicksand", system-ui, sans-serif;

  position: relative;
  isolation: isolate;
  overflow: hidden;
  padding: 58px 0 62px;
  /* Tint rose memusat di tengah, kedua tepinya putih. Alasannya tetangga:
     di atas section harga yang putih, di bawah section fitur yang #ECF3FC
     (biru muda). Kalau tint-nya dibiarkan turun sampai dasar, rose bertemu
     biru — pertemuan hangat/dingin yang berbenturan. Dengan dipusatkan,
     kedua batas section jadi putih-ke-putih dan putih-ke-biru, dan tint-nya
     berfungsi sebagai sorot lembut di belakang pemutar. */
  background: linear-gradient(180deg, #ffffff 0%, #fdeff5 46%, #ffffff 100%);
  font-family: var(--wz-de-body);
  color: var(--wz-ink);
}

.wz-de *,
.wz-de *::before,
.wz-de *::after { box-sizing: border-box; }

/* :where() berkekhususan nol → margin kelas .wz-de-* di bawah tetap menang. */
.wz-de :where(p, h2, h3, h4) { margin: 0; padding: 0; }

/* Penanda anchor #demo. Ditempatkan absolut di tepi atas section supaya
   lompatan dari menu memperlihatkan section utuh berikut padding atasnya,
   bukan berhenti di dalamnya. Tidak menyita ruang sama sekali. */
.wz-de-anchor {
  position: absolute;
  top: 0;
  left: 0;
  width: 1px;
  height: 1px;
}

.wz-de-inner {
  position: relative;
  max-width: 1140px;
  margin: 0 auto;
  padding: 0 20px;
  text-align: center;
}

/* ---------- Kepala ------------------------------------------------------ */

.wz-de-head {
  /* Lebih sempit dari pemutar: baris teks yang terlalu panjang susah dibaca,
     sementara video justru ingin selebar mungkin. */
  max-width: 660px;
  margin: 0 auto 30px;
}

/* Bentuk & warna pill diambil dari .wz-pill halaman; di sini hanya jaraknya.
   Reset :where(p) di atas menihilkan margin, jadi perlu dinyatakan ulang. */
.wz-de-pill { margin-bottom: 14px; }

.wz-de-title {
  font-family: var(--wz-de-display);
  font-size: 38px;
  font-weight: 700;
  line-height: 1.28;
  letter-spacing: -.4px;
  color: var(--wz-ink);
}

/* Penekanan lewat warna saja, tanpa garis bawah palsu. Rose-nya rose merek
   yang sama dengan "Fitur Canggih" di section Fitur — 4,04:1 di atas tint
   ini, lapang untuk ukuran judul (ambang teks besar 3:1). */
.wz-de-title > span:not(.wz-de-nb) { color: var(--wz-brand); }

/* "di WatZap" dijaga utuh supaya tidak pecah jadi yatim di ujung baris.
   Ini bukan <br>: titik pecah baris lainnya tetap ditentukan browser. */
.wz-de-nb { white-space: nowrap; }

.wz-de-sub {
  margin-top: 12px;
  font-size: 18px;
  font-weight: 500;
  line-height: 1.6;
  color: #565656;
}

/* ---------- Pemutar ----------------------------------------------------- */

.wz-de-stage {
  max-width: 860px;
  margin: 0 auto;
}

.wz-de-frame {
  position: relative;
  border: 1px solid var(--wz-de-line);
  border-radius: var(--wz-de-r-box);
  overflow: hidden;
  background: #fff;
  /* Rona netral kehitaman, bukan hitam murni, dan disebar lebar supaya
     tangkapan layar dashboard terangkat dari tint di belakangnya. */
  box-shadow: 0 30px 64px -34px rgba(23, 23, 23, .45);
}

/* Gambar sekaligus penentu tinggi kotak. */
.wz-de-thumb {
  display: block;
  width: 100%;
  height: auto;
  transition: transform .5s cubic-bezier(.22, .61, .36, 1);
}

.wz-de-play-link {
  position: absolute;
  inset: 0;
  z-index: 2;
  display: grid;
  place-items: center;
  text-decoration: none;
}

.wz-de-play {
  display: grid;
  place-items: center;
  width: 76px;
  height: 76px;
  border-radius: 50%; /* satu-satunya lingkaran: tombol putar memang bundar */
  /* Cincin putih, bukan lapisan gelap di atas gambar: tangkapan layar
     dashboard ini terang dan ramai, dan cincin inilah yang memisahkan tombol
     dari isinya tanpa perlu meredupkan gambarnya. */
  border: 5px solid rgba(255, 255, 255, .92);
  background: var(--wz-btn-bg);
  color: #fff;
  font-size: 22px;
  line-height: 1;
  text-indent: 3px; /* segitiga fa-play rata tengah secara optis */
  box-shadow: 0 10px 26px -10px rgba(23, 23, 23, .45);
  transition: transform .25s cubic-bezier(.22, .61, .36, 1), background-color .25s ease;
}

.wz-de-play-link:hover .wz-de-play { transform: scale(1.07); background: var(--wz-btn-bg-hover); }
.wz-de-play-link:active .wz-de-play { transform: scale(.97); }
.wz-de-play-link:hover ~ .wz-de-thumb { transform: scale(1.03); }

.wz-de-play-link:focus-visible {
  outline: 3px solid var(--wz-brand);
  outline-offset: -4px;
  border-radius: var(--wz-de-r-box);
}

/* Keterangan di BAWAH gambar, bukan label yang ditempel di atas gambar. */
.wz-de-note {
  margin-top: 14px;
  font-size: 13.5px;
  font-weight: 600;
  color: var(--wz-ink-soft);
}

.wz-de-note a {
  color: var(--wz-ink-soft);
  text-decoration: underline;
  text-underline-offset: 3px;
  text-decoration-color: rgba(23, 23, 23, .28);
}
.wz-de-note a:hover { color: var(--wz-btn-bg); text-decoration-color: currentColor; }

/* ---------- Ajakan ------------------------------------------------------ */

.wz-de-cta { margin-top: 30px; }

/* Tombol memakai .wz-btn dan .wz-btn--quiet dari wz-ui.css — bentuk, warna,
   tipografi, hover, dan garis fokusnya milik sistem, bukan section ini.
   Yang tersisa di sini hanya urusan tata letak: link tenang harus turun ke
   barisnya sendiri, karena di kolom terpusat ia akan berdiri di samping
   tombol. */
.wz-de-quiet {
  display: block;
  margin-top: 4px;
}

/* ---------- Reveal saat masuk layar ------------------------------------- */

/* Satu-satunya gerak otomatis di section ini, dan alasannya urutan baca:
   judul dulu, baru pemutar, baru ajakan. Tidak ada animasi yang berputar
   terus. Kelas .is-js hanya dipasang skrip — tanpa JS seluruh isi tampil
   normal. */
.wz-de.is-js .wz-de-rv {
  opacity: 0;
  transform: translateY(12px);
}

.wz-de.is-js.is-in .wz-de-rv {
  opacity: 1;
  transform: none;
  transition:
    opacity .5s ease var(--d, 0s),
    transform .5s cubic-bezier(.22, .61, .36, 1) var(--d, 0s);
}

/* ---------- Modal pemutar ------------------------------------------------
   Modal ini disisipkan ke <body>, DI LUAR .wz-de — jadi ia tidak bisa memakai
   token --wz-de-* yang hidup di section. Yang dipakai hanya token dari :root
   (wz-ui.css); sisanya nilai harfiah.

   Latarnya tetap gelap meski sectionnya terang: yang sedang ditonton video,
   dan meredupkan sekelilingnya justru itu gunanya.

   Latar gelapnya dari ::backdrop bawaan <dialog>, bukan div sendiri. Dialog
   dibentangkan seukuran viewport supaya klik di luar kotak video mendarat
   pada elemen dialog ini dan bisa dipakai untuk menutup.
   ------------------------------------------------------------------------ */

.wz-de-modal {
  width: 100vw;
  max-width: 100vw;
  height: 100vh;
  height: 100dvh;
  max-height: 100vh;
  max-height: 100dvh;
  margin: 0;
  padding: 0;
  border: 0;
  background: transparent;
  overflow: hidden;
}

.wz-de-modal[open] {
  display: grid;
  place-items: center;
}

.wz-de-modal::backdrop {
  background: rgba(7, 15, 26, 0);
  -webkit-backdrop-filter: blur(0);
          backdrop-filter: blur(0);
  transition:
    background .3s ease,
    -webkit-backdrop-filter .3s ease,
    backdrop-filter .3s ease;
}

.wz-de-modal.is-open::backdrop {
  background: rgba(7, 15, 26, .86);
  -webkit-backdrop-filter: blur(8px);
          backdrop-filter: blur(8px);
}

/* Kotaknya yang beranimasi, bukan dialognya: dialog sudah selebar layar,
   jadi menskalakan dialog akan menskalakan latar gelapnya juga. */
.wz-de-modal__box {
  position: relative;
  width: min(1100px, 92vw, 152vh);
  opacity: 0;
  transform: scale(.93) translateY(18px);
  transition:
    opacity .24s ease,
    transform .34s cubic-bezier(.16, 1, .3, 1);
}

.wz-de-modal.is-open .wz-de-modal__box {
  opacity: 1;
  transform: none;
}

/* min() ketiga (152vh) menjaga tinggi 16:9-nya tidak melebihi ~86vh, jadi
   tombol tutup di atasnya tetap kebagian tempat di layar pendek. */
.wz-de-modal__frame {
  position: relative;
  aspect-ratio: 16 / 9;
  border-radius: 16px;
  overflow: hidden;
  background: #0d1c2f;
  box-shadow: 0 40px 90px -30px rgba(0, 0, 0, .8);
}

.wz-de-modal__frame iframe {
  position: absolute;
  inset: 0;
  width: 100%;
  height: 100%;
  border: 0;
}

.wz-de-modal__close {
  position: absolute;
  top: -46px;
  right: 0;
  display: grid;
  place-items: center;
  width: 36px;
  height: 36px;
  padding: 0;
  border: 0;
  border-radius: 50%;
  background: rgba(255, 255, 255, .13);
  color: #fff;
  font-size: 16px;
  line-height: 1;
  cursor: pointer;
  transition: background .18s ease, transform .18s ease;
}

.wz-de-modal__close:hover { background: rgba(255, 255, 255, .26); transform: scale(1.07); }
.wz-de-modal__close:active { transform: scale(.95); }

.wz-de-modal__close:focus-visible {
  outline: 2px solid #ff9bbd;
  outline-offset: 3px;
}

@media (max-width: 600px) {
  .wz-de-modal__close { top: -40px; width: 34px; height: 34px; font-size: 15px; }
}

/* Modal hidup di luar .wz-de, jadi blok gerak-minimal di bawah tidak
   menjangkaunya — perlu aturannya sendiri. */
@media (prefers-reduced-motion: reduce) {
  .wz-de-modal,
  .wz-de-modal *,
  .wz-de-modal::backdrop {
    transition: none !important;
    animation: none !important;
  }
  .wz-de-modal__box { opacity: 1; transform: none; }
  .wz-de-modal::backdrop { background: rgba(7, 15, 26, .9); }
}

/* ---------- Responsif --------------------------------------------------- */

@media (max-width: 1023px) {
  .wz-de { padding: 50px 0 54px; }
  .wz-de-title { font-size: 33px; line-height: 1.3; }
}

@media (max-width: 767px) {
  .wz-de { padding: 42px 0 46px; }
  .wz-de-inner { padding: 0 16px; }
  .wz-de-head { margin-bottom: 24px; }
  .wz-de-title { font-size: 28px; line-height: 1.32; }
  .wz-de-sub { font-size: 16px; }
  .wz-de-play { width: 60px; height: 60px; font-size: 18px; border-width: 4px; }
  .wz-de-cta { margin-top: 24px; }
}

/* ---------- Gerak minimal ----------------------------------------------- */

@media (prefers-reduced-motion: reduce) {
  .wz-de *,
  .wz-de *::before,
  .wz-de *::after {
    animation: none !important;
    transition: none !important;
  }
  .wz-de.is-js .wz-de-rv { opacity: 1 !important; transform: none !important; }
}
